Muslimah Berpendirian Teguh



Bismillahirrahmanirrahim

Salah satu kelemahan makhluk yang bernama manusia ialah perilaku dan sikap yang tidak konsisten alias tidak berpendirian teguh atau tidak istiqomah.

Idealnya seorang Muslimah, keyakinan atau keimanan merupakan persoalan krusial yang harus dipertahankan dan dipelihara. Sebab, manakala iman terlepas dari diri, maka sia-sialah seluruh investasi amal yang pernah dikerjakan. Walhasil predikat "Taqwa" yang semestinya mewarnai hidup ini, menjadi luntur dan tidak karuan.

Allah telah memberi penjelasan bahwa siapapun yang berbuat baik, baik laki-laki maupun perempuan, maka dia mendapat jaminan hidup yang baik dan sejahterah di dunia.

Siapa saja yang mau menyatakan keimanannya kemudian bersikap konsisten dan berpendirian teguh, pasti dilimpahi ketenangan jiwa, dan ganjaran yang amat besar yakni "piala" terbuat dari Emas dan perak produksi langsung dari JannahNya. Masyaa Allah

Allah Ta'ala berfirman;
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Allah." Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, "Jangan kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."
( Q.S. Fushshilat [41]: 30)

Ayat diatas jelas sangat memberi tahu kita bahwa orang yang berani menyatakan dirinya sebagai orang yang beriman dan hanya bertuhan kepada Allah semata, kemudian Konsisten dengan kepercayaan dan pernyataannya itu, maka Allah akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman pada dirinya. Selain itu dia juga mendapat balasan Syurga di akhirat nanti.

Muslimah Ideal itu harus berani menyatakan diri bahwa hanya Allah satu satunya Rabb yang dipercaya dan disembah secara benar. Pendirian itu harus dipegang dan tidak boleh goyah oleh badai apapun hingga maut menjemputnya.
Bukan cuma itu, pendirian itu juga benar-benar diyakini sepenuh hati, jiwa dan raga, kemudian didukung dengan ilmu dan sikap, yang cenderung tunduk dan patuh atas segala firman-Nya, baik perintah ataupun larangannya.

Ketika Sufyan Bin Abdullah berguruh pada Rasulullah, maka Rasulullah menasehatkan agar beriman dan istiqomah pada jalan iman itu.

Pada akhirnya kita hanya bisa berdoa, memohon kepada Allah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Kuasa, agar kita senantiasa diberi petunjuk untuk bisa menerima kebenaran dengan hati yang lapang, mempertahankannya, dan menjadikannya sebagai sikap dan perilaku kita dalam menghadapi apapun yang terjadi.

🍃🍃🍃

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANTUN KAMI

Penutupan Pelatihan Da'i /Da'iyah se-Kabupaten Barru PD IPM