Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Remaja Berpayung Iman

Remaja Berpayung Iman  oleh H. Bahrus Surur, Iyunk, MAg Tsa'labah bin Abdurrahman adalah sahabat nabi yang masih belia, sekitar 17 tahun. Meski ia belia, namun, ia sangat setia melayani Rasulullah SAW. Hingga suatu ketika Rasulullah mengutusnya untuk satu keperluan. Dalam perjalanan mengemban tugas itu dia melalui rumah salah seorang golongan Anshar. Secara tidak sengaja, ia teramat takut " jangan-jangan akan turun wahyu berkenaan dengan perbuatannya". Karena begitu takutnya, ia pun menjauhkan diri dari kota Madinah. Ia lari mendaki sebuah gedung yang berada di antara Makkah dan Madinah selama 40 hari. Saaat ini kita boleh bertanya, masih adakah potret seorang remaja beriman "sekelas" Ts'alabah bin Abdurrahman? Pemuda yang memiliki keteguhan hati dalam menjaga dan memaknai keberimanan. Keimanannya kepada Allah dan Hari Akhir menjadikannya begitu dekat kepada Tuhannya dan sangat berhati-hati dalam berperilaku. Ia menata hatinya untuk menjauhi per...

PANTUN KAMI

 Setiap Rabu Naik Bukit Hari Kamis Main Layang-Layang Beribu-ribu Bintang Di Langit Hanya IPM Barru yang Ku Sayang Naik Mobil Pergi Rumah Bowo Perginya Sama Siti Salehah Gak Apa-apa Aku Jomblo Yang Penting Masih Di Jalan Allah Jalan-Jalan Ke Kota Medan Jangan Lupa Membeli Papan Siapa Yang Tak Kenal Kabid Perkaderan Ipmawan Gagah, Tampan, dan Rupawan Dari Tarakan Ke Kota Maros Naik Pete-pete tidak boros Singgah Sebentar Lewat Ke Pusdam Melihat Kakak Ani Jadi Tentram Jalan-Jalan Ke Singapura Duduk Santai Di Pelabuhan Lama Jangan Peduli Ucapan Manusia Asal Benar, Sesuai Perintah Agama Pergi Ke Padang Setiap Hari Kamis Kalau Pulang Harus Bawa Sepatu Wahai Bidang Umum Yang Manis-Manis Datang Ki' Besok, PDPM I Di Kampung Baru Pergi Ke Bantaeng Membeli Dasi Berpapasan Dengan Penjual Ubi Kayu Suara Merdu Namanya Sulkifli Dialah Ketum PD IPM Barru Pergi Ke Parepare Sambil Jalan Kaki Melihat Sapi Jalannya Terburu-buru Orang Keceh Namanya Syahriani Diala...

Bertahan di Ikatan

Gambar
Memilih untuk bertahan adalah sebuah keharusan Pun dengan memilih hengkang tuk Meninggalkan Semua tergantung kita Memilih bertahan atau meninggalkan Ikatan Dua sisi dimana kita tidak bisa Netral.. Menentukan Sikap adalah Pilihan Dan seorang Kader haruslah Menunjukkan Sikap dan Pilihannya Sebenarnya tidak ada yang sulit Jika kita Sudah Cinta Cinta Lahir Ketika kita Paham bahwa Dakwah bisa dimana saja Menjadi kader adalah pekerjaan Berdakwah Mengajak kader untuk tetap Disini juga adalah Dakwah... Jika masih Ragu untuk Berjuang Coba tanyakan ke Seniormu Coba Ceritakan Kenapa dia masih Bertahan.. Mungkin Jawabannya Bisa Mengetukmu.. **lensa PD IPM BARRU